Skip to main content

Posts

Cemburu pada Hujan

Sumber dari Pinteres oleh Ayesha Yousaf Zai   Pagi ini tak seberkas pun cahaya mentari yang menembus celah kisi. Udara lembab, hujan rintik, dingin menyelinap menembus lapisan lemak dan daging menusuk tulang. Aku berdiri menghadap jendela kamar bersedekap, dia mendekapku dari belakang mengerti bahasa tubuhku yang kedinginan. Ku menoleh, ku dapati senyumnya, sungguh weekend pagi yang sempurna tak dapat ke mana-mana hanya berdua bersamanya. “Selamat pagi, dingin ya? Makanya pakai sweater dong untung ada aku.” “Hmm… Kamu.”, aku pasang wajah sebel tak lama berubah tersenyum manja. Dalam dekapnya aku merasa aman, tak ada yang berani menyerangku lihatlah perkara aku kedinginan saja dia pahami. Memang dia lelakiku, lelaki yang ku inginkan. Ting-tung bunyi ponselku tanda pesan masuk. “Sial itu hanya lamunan”, aku menggumam sejenak dan tersenyum simpul. Rupanya Brama, yang dilamunkan mengirim pesan. Bagaimana tidak, Brama pujaan hatiku berada di Pulau Kalimantan. Laki-laki yan...

Gagal Ikut SIM Keliling Akhirnya ke Polres Juga

Perpanjangan SIM C - Setelah lima tahun SIM kita miliki saat kita berulang tahun, saat itu juga SIM harus diperpanjang masa berlakunya. Lebih baik jangan merepotkan diri mengurusnya di tanggal itu karena kita tidak tahu apa yang terjadi atau kesibukan apa yang mungkin menghalangi kita untuk mengurusnya. Di peraturan yang ada SIM bisa diperpanjang 2 minggu sebelum masa berlaku habis. Kemarin waktu aku mau mencoba SIM keliling ada yang habis masa berlaku SIMnya di hari itu juga, sedangkan blangko yang dibawa petugas terbatas hanya 30. Orang itu datang lebih siang dariku. Aku pun tidak dapat bagian karena keterbatasan itu yang akhirnya mengurus ke Polres. Oleh petugas orang itu disuruh mencari orang yang mau ditukar tetapi tidak ada yang mau, tampaknya dia harus memulai mengurus SIM dari awal, membuat SIM baru. Berangkat pagi, sekitar 06:30 WIB. Karena di jadwal SIM Keliling ada setiap hari minggu pukul 06:00 WIB sampai selesai di Taman Idaman Hati Wlingi. Tidak tahu kalau d...

Sarapan di Warung Mbok Yem: Nasi Pecel Tertinggi di Indonesia

Gunung Lawu - Mendengar nama gunung ini kalangan pendaki pasti lamgsung terbesit di pikirannya tentang warung Mbok Yem. Warung yang terletak di gunung, hampir di puncaknya. Mbok Yem tinggal di warungnya itu, tidak seperti penjual yang lain yang buka di hari sabtu-minggu saja. Mbok Yem selalu buka bahkan tempatnya bisa menampung 30 orang kalau-kalau saat malam tiba para pendaki enggan begitu kedinginan di dalam tenda. (Ingat! Tetap membawa perlengkapan lengkap jangan meremehkan bisa di dalam warung Mbok Yem. Karena kita tidak tahu keadaan di atas saat di bawah. Yang jelas sabtu minggu jumlah pendaki meningkat.) Selain puncak dan pemandangan yang menakjubkan. Bagiku Mbok Yem menjadi daya tarik tersendiri. Alih-alih melihat sunrise, pecel Mbok Yem menjadi tujuan karena kelaparan (cerita kelaparan ada di tulisan sebelum ini.  Baca disini ). Nasi Pecel Mbok Yem Tidak aneh-aneh, lha wong namanya pecel. Yang beda jelas suasana dan sensasinya ditambah ekspektasi dan diduk...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...

Malam minggu Badai di Ukir Negoro, Sirah Kencong

Ukir Negoro Perkebunan Sirah Kencong. Koleksi Pribadi A.WIdayanti Ukir Negoro adalah nama tempat yang tidak asing di kalangan pemetik teh di perkebunan teh Sirah Kencong. Para pendaki gunung yang sudah ke Gunung Butak via Sirah Kencong juga pasti tau tempat ini. Tidak jauh dari rumahku, karena hanya beda dusun saja. Kata emakku dahulu Berak Papat adalah salah satu pos untuk menimbang pucuk teh yang sudah didapat oleh pemetik, tidak tahu kalau sekarang. Terletak di dusun Sirah Kencong, desa Ngadirenggo membuat bangga rasanya jadi bagian dari wilayah yang kini semakin ramai didatangi wisatawan. Sudah direncanakan minggu sebelum berangkat, saat harinya tiba cuaca mendadak berubah. Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi, eh bukan siang mulai mendung. Aku dan teman-teman sepakat tetap bersiap, jika hujan ya gak jadi berangkat. Akhirnya tetap berangkat sementara cuaca mendung, berempat ciwi ciwi di emong mas Heri. Sedangkan Rio dan Dodik menyusul, masih menunggu Bagus pulang kerja...

Pendakian Gunung Semeru: Menuju Kalimati dan Puncak Mahameru 3676 MdPL

Gunung Semeru dari Jamban Kalimati Setelah selesai sarapan, dengan proses dua kali menanak nasi (pertama hasilku menasak nasinya keras haha). Kami berkemas, melanjutkan perjalanan ke camp area kedua yaitu di Kalimati. Tanjakan Cinta Pertama yang dilewati adalah tanjakan cinta. Yang konon bila kita melewati tanjakan itu tanpa menoleh ke belakang dan dengan memikirkan seseorang maka itu akan terwujud. Terlepas dari benar dan tidaknya, mumpung lewat kan ya aku coba aja. Tapi yamg terjadi malah tidak memikirkan orang yang dituju tapi malah," Jangan noleh, jangan menoleh! Dikit lagi nyampe atas!" Gagal fokus cuy! Nggak tau kalau yang lain gimana. Sampai di atas pemandangannya beuh, subhanallah! Sayangnya gak sempet mengabadikan pemandangan. Pas baliknya, sekalinya berkesempatan motret cuaca berkabut. Kami rehat sejenak, dengan kondisi perut kram rasanya langsung merem trus pas melek udah di rumah, di atas kasur guling-guling. Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta Ce...

Camping Seru di Puncak Sekawan Blitar

Foto Pencitraan Setelah ikut pendakian Gunung Semeru hubunganku dengan teman se dusun semakin solid. Di bulan november saat itu diketahui ada agenda camping bareng di Puncak Sekawan, tempatnya di desa Semen kecamatan Gandusari kabupaten Blitar. Tidak jauh sekitar 13km atau 33 menit dari pusat kota Wlingi. Dalam benak, ada tempat baru ya rupanya. Gimana ya tempatnya? Aku antusias sekali. Kebetulan kakakku juga pulang dari Surabaya, aku ajak sekalian biar ramai. Acara hampir gagal karena malam minggu itu hujan lebat. Mungkin banyak jomblo yang berdoa. Sampai malam datang hujan masih mengguyur. Kami belum juga berangkat karena hujan dan rumah yang cukup dekat. Sekitar jam 8 hujan reda. Acara di sana tetap berlangsung karena banyak teman yang dari Malang sudah sampai lokasi. Menuju Lokasi Dari arah Malang bisa langsung menuju Pasar Wlingi lalu ke utara menuju lampu merah, sedangkan dari arah Blitar Kota bisa lewat pertigaan RS. Ngudi Waluyo terus ke utara sampai ketemu lampu m...