Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sirah Kencong

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...

Warung Bu Tia: Nasi Pecel Tertinggi di Blitar

Di Sirah Kencong terdapat agrowisata perkebunan teh PTPN XII dengan produk unggalannya Rollas KenTea. Minum teh anget di ketinggian yang sudah pasti hawanya Adam, eh hawanya dingin memang paling pass. Apalagi setelah berjam-jam berwisata di kebun teh, lapar, nasi pecel seolah haram untuk dilewatkan. Malahan, ada yang sengaja jauh-jauh ke Sirah Kencong untuk sarapan pecel di Sirah Kencong, di Warung Bu Tia. Habis Hujan Tentang Sirah Kencong sebenarnya sangat dekat dengan saya. Yang sudah saya dengar pengalaman orang tua saya sewaktu bekerja di sana tatkala muda. Cerita tentang ibu saya bersama seorang temannya yang hendak membolos sebelum waktu timbang tetapi tidak berhasil. Ibu bilang itu karena ada campur tangan makhulk halus, mereka tetap muter-muter di situ-situ aja. Tetapi secara logika mungkin sebab kabut. tebal. Akhirnya tidak jadi bolos. Cerita soal mistis di sana dahulu kala tidak pernah ada habisnya. Nasi pecel di warung Bu Tia memang sayang untuk dilewatkan. Meskipun saya or...

Sirah Kencong, Kebun Teh PTPN XII, dan Wisata

Sirah Kencong - merupakan salah satu dusun di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi. Terletak paling ujung utara Kecamatan Wlingi berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. Tetapi tidak dapat langsung melintas kecuali melalui pendakian gunung Buthak.  Gunung Buthak dari Ukir Negoro. (c) A.Widayanti Tidak semua penduduk berasal dari Sirah Kencong, beberapa diantaranya merupakan pendatang yang bekerja di pabrik dan kebun teh. Puluhan tahun lalu pekerja kebun dari bagian pembibit hingga pemetik tidak hanya yang tinggal di daerah persil tetapi juga dari beberapa dusun lain bahkan dari desa tetangga. Berangkat pagi buta dijemput oleh truk perkebunan. Seperti itulah cerita singkatnya dari ibu saya yang pernah menjadi salah satu bagian dari pekerja Perkebunan Teh Sirah Kencong. Wisata Sirah Kencong Ada tiga wisata yang terletak di Sirah Kencong, yaitu kebun teh itu sendiri, air terjun dan candi. Perkebunan Teh Sirah Kencong Sebelum naiknya pamor wisata daun teh ini akses jalannya sungguh m...

Malam minggu Badai di Ukir Negoro, Sirah Kencong

Ukir Negoro Perkebunan Sirah Kencong. Koleksi Pribadi A.WIdayanti Ukir Negoro adalah nama tempat yang tidak asing di kalangan pemetik teh di perkebunan teh Sirah Kencong. Para pendaki gunung yang sudah ke Gunung Butak via Sirah Kencong juga pasti tau tempat ini. Tidak jauh dari rumahku, karena hanya beda dusun saja. Kata emakku dahulu Berak Papat adalah salah satu pos untuk menimbang pucuk teh yang sudah didapat oleh pemetik, tidak tahu kalau sekarang. Terletak di dusun Sirah Kencong, desa Ngadirenggo membuat bangga rasanya jadi bagian dari wilayah yang kini semakin ramai didatangi wisatawan. Sudah direncanakan minggu sebelum berangkat, saat harinya tiba cuaca mendadak berubah. Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi, eh bukan siang mulai mendung. Aku dan teman-teman sepakat tetap bersiap, jika hujan ya gak jadi berangkat. Akhirnya tetap berangkat sementara cuaca mendung, berempat ciwi ciwi di emong mas Heri. Sedangkan Rio dan Dodik menyusul, masih menunggu Bagus pulang kerja...