Tahun lalu pertama kalinya ke Bogor, 2018. Berdalih menghadiri wisuda sepupu di IPB ku putuskan mengunjungi Kota Hujan. Kesan pertama selain mabuk perjalanan ku rasakan hal yang jauh berbeda dalam waktu. Sesampai di stasiun Pasar Senen pindah kereta KRL. Ku amati orang-orang melangkah dengan cepat. Seolah terburu-buru, entah soal keberangkatan kereta atau begitu rutinitasnya. Aku yang sangat selow sungguh selow merasakan perbedaanya. Tak dapat aku membayangkan hidup diantaranya, tak sanggup tampaknya, sangat tidak menikmati hidup. menggoda di mata dan ludah tertelan tanpa sengaja Di Bogor, di samping peningapan tepat di pertigaan yang sudah kulupa nama jalannya (yang jelas sekitaran IPB) ada penjual soto. Meski bulikku memasak nasi tapi aku dan sepupuku yang lain memutuskan untuk membeli soto daging. Sudah jauh-jauh dari plosoknya Blitar apa nggak sayang kalau melewatkan sesuatu yang baru, yang seharusnya dicoba? Begitu kataku. Ya yang namanya soto dimana-ma...
Kadang-kadang menulis, kadang-kadang merekam, kadang-kadang jalan-jalan