Skip to main content

Camping Seru di Puncak Sekawan Blitar

Puncak Sekawan
Foto Pencitraan
Setelah ikut pendakian Gunung Semeru hubunganku dengan teman se dusun semakin solid. Di bulan november saat itu diketahui ada agenda camping bareng di Puncak Sekawan, tempatnya di desa Semen kecamatan Gandusari kabupaten Blitar. Tidak jauh sekitar 13km atau 33 menit dari pusat kota Wlingi. Dalam benak, ada tempat baru ya rupanya. Gimana ya tempatnya? Aku antusias sekali. Kebetulan kakakku juga pulang dari Surabaya, aku ajak sekalian biar ramai.

Acara hampir gagal karena malam minggu itu hujan lebat. Mungkin banyak jomblo yang berdoa. Sampai malam datang hujan masih mengguyur. Kami belum juga berangkat karena hujan dan rumah yang cukup dekat. Sekitar jam 8 hujan reda. Acara di sana tetap berlangsung karena banyak teman yang dari Malang sudah sampai lokasi.

Menuju Lokasi

Dari arah Malang bisa langsung menuju Pasar Wlingi lalu ke utara menuju lampu merah, sedangkan dari arah Blitar Kota bisa lewat pertigaan RS. Ngudi Waluyo terus ke utara sampai ketemu lampu merah. Dari lampu merah ke utara menuju Pasar Semen. Ambil arah kanan, jalannya lebih kecil dari jalan utama. Tidak jauh ada perempatan SDN Semen 02 lurus saja, ikuti rambu yang ada. Di google maps juga sudah ada jalur menuju Puncak Sekawan.

Akses lokasi mudah dan tidak perlu jauh-jauh berjalan kaki. Motor bisa langsung dibawa tepat di bawah lokasi camping. Hanya saja jalannya akan licin setelah hujan. Untuk itu sangat disarankan untuk tidak camping di Puncak Sekawan setelah turun hujan.

Tetapi bisa saja motor dititipkan di area perkampungan, sebelum masuk area hutan. Dan berjalan kaki menenuju lokasi camping. Tidak jauh, mungkin sekitar 25 menitan. Biayanya camping  pun masih gratis.

Suasana dan Sejarah Singkat Camping Ground Puncak Sekawan

Tempat cukup luas bisa untuk belasan sampai puluhan tenda. Walau bukan di gunung di bukit ini juga dingin saat malam tiba. Malam seteelah tenda berdiri kami duduk diluar tenda dan ngobrol bersama, ada yang memasak air untuk ngopi dan yang lain bermain gitar juga memakan snack. Tak lama panitia memanggil beberapa perwakilan dari setiap tenda untuk berkumpul. 
Puncek Sekawan Blitar
Tema Camping kala itu
Berceritalah mengapa tempat itu dinamai Puncak Sekawan bukan yang lain. Ada sekumpulan teman yang suka camping tidak tau nama grup mereka saya lupa. Hingga sampailah mereka pada tempat itu, karena yang menemukan mereka itu bersahabat berteman maka dinamailah camping ground itu dengan Puncak Sekawan. Waktu itu disampaikan bahwa tempat itu tidak diperuntukkan wisata seperti hanlya bukit teletubbies atau bukit bunda yang sudah marak terlebih dahulu. Tempat ini untuk camping, untuk berkemah. Tetapi bukan tidak boleh untuk kita yang hanya ingin bermain ke sana lalu pulang. 

Bila cuaca cerah sunrise dari balik gunung Kawi sangat mengagumkan. Seperti putri tidur yang terkena backlight. Cocok untuk dibuat vido timelapse. Sedangkan waktu sore sunset yang syantik dengan pemandangan pepohonan pinus dan gunung Kelud yang tampak seperti candi. Sangat cocok umtuk yang suka foto siluet.
Sunset di Puncak Sekawan
Sunset di Puncak Sekawan
Menikmati Pagi di Puncak Sekawan
Senyum dikit, cekrek

Air Terjun Watu Gedhek

Di timur laut puncak sekawan terdapat air terjun tersembunyi yang masih perawan. Akses jalan masih sangat sulit katakanlah kami ikut babat jalan. Soalnya memang tidak tahu arah jalan yang bisa dan tidak bisa diakses. Sudah cari jalan yang dekat tapi nyatanya putar balik karena buntu. Dan dengan susah payah akhirnya sampai juga pada tujuan.
Air Terjun Watu Gedhek
Foto seadanya ya, hehe
Di katakan Watu Gedhek karena sekitar air terjun adalah tebing batu. Keren! Airnya cukup dalam juga, sekitar sedada tubuh orang dewasa. Tapi untuk mengunjungi air terjun ini lagi aku memilih tidak dulu. Sakkiiittt gaes. Hehe Cukup berkemah sudah membuat hati bahagia dan bisa membuat pikiran fresh untuk melakukan kegiatan rutin di hari senin, dan tercetuslah "senin senang" wkwk.

Update

Berikut sekelumit Video di puncak sekawan pagi hari 


Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...