Skip to main content

No Drama No Ribet Jualan Bibit Porang

Bibit Katak Porang
Bibit Katak Porang

Tanaman porang merupakan tanaman asli Indonesia dan sudah sejak lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Tetapi tidak begitu dibudidayakan seperti halnya umbi jalar. Tetapi beberapa tahun terakhir tanaman porang menunjukkan eksistensinya. Banyak orang menaruh pertatian pada tumbuhan yang mirip dengan suweg ini. Entah ingin menanam atau berjualan bibit, atau bahkan keduanya.

Kegunaan Tanaman Porang

Bila suweg sering direbus dan dimakan layaknya umbi-umbian. Sedikit berbeda dengan porang yang dimanfaatkan lebih dari itu. Tanaman porang kini menembus pasar export karena pemanfaatannya untuk bahan baku industri industri makanan, sektor kimia, dan juga farmasi. Adalah untuk seperti konnyaku, shirataki pembuatan lem, pelapis antiair, cat, pengisi tablet, pengental, negatif film, pita seluloid, sampai kosmetika.

Ciri-Ciri Pohon Porang

Porang adalah tumbuhan umbi-umbian yang mirip dengan suweg. Sepintas memang mirip, dari pohon dan daunnya. Tetapi ada cara untuk membedakannya. Dari daunnya, porang memiliki bentuk yang lebar, warna hijau lebih tua. Pada pangkal cabang terdapat pupil yang disebut katak, yang dapat dimanfaatkan sebagai bibit sedangkan pada suweg tidak ada. Batang porang memiliki pola bulatan yang pendek dan  sedangkan pada suweg cenderung bulatan yang memanjang.

Bibit Porang

Tanaman porang dapat ditanam dari berbagai jenis bibit. Hampir semua bagian dari tanaman porang bisa dijadikan bibit. Umbi porang yang merupakan hasil utama dari tanaman porang yang dipanen, yang berukuran besa dijual dan yang berukuran kecil-kecil dapat dijadikan bibit, ditanam kembali. Dan lebih dari pada itu kulit umbi yang memiliki mata tunas juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai bibit.

Spora tanaman porang juga bisa digunakan sebagai bibit. Yang memang pada umumnya dimanfaatkan sebagai sumber perbanyakan tanaman. Sedangkan bibit yang menjadi favorit dan lebih mahal dari sumber bibit lainnya adalah bibit katak.

Smartfren Unlimited Terbaru, No Drama No Ribet, Dua Kali Lebih Besar

Jualan bibit porang secara online menggunakan smartfren unlimited terbaru ini bakal No Drama No Ribet, kuotanya dua kali lebih besar membuat saya selalu terhubung dengan internet. Tak lagi khawatir ada pesan customer yang terlewatkan.
Smartfren meluncurkan Unlimited Harian dan mengumumkan UN1TY sebagai brand ambassador Smartfren

Paket Smartfren Unlimited terbaru hadir dengan bonus double FUP membuat  kita jadi makin nyaman melakukan berbagai kegiatan digital seperti bekerja dan belajar dari jarak jauh, streaming film dan musik sampai bermain games e-sport.

Manfaat double FUP tersebut mulai dari paket Smartfren Unlimited Harian Rp80.000 (1 GB per hari plus bonus double FUP 1 GB per hari) dan Rp100.000. (1,5 GB per hari plus bonus double FUP 1,5 GB per hari).  Internetan jadi makin bebas khawatir dan no ribet, karena paket ini berlaku 24 jam, bisa dipakai di semua aplikasi tanpa syarat, dan bisa dipakai dari lokasi mana pun. Bonus double FUP ini bisa didapatkan untuk pembelian paket dalam periode promo mulai yang dimulai dari 12 Januari 2022.

Selain itu pelanggan juga punya banyak pilihan Unlimited Harian lain yang berlaku 24 jam dan bisa dipakai untuk semua aplikasi, yaitu mulai dari Unlimited Harian Rp22.500 yang berlaku 7 hari, Rp40.000 untuk 14 hari dan Unlimited Harian Rp60.000 yang berlaku 28 hari. 

Dan seperti biasa yang membuat kita nyaman menggunakan Smartfren, kita juga bisa mengumpulkan SmartPoin setiap kali membeli paket internet. SmartPoin yang didapat bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah, mulai dari makanan atau minuman, items dalam game FreeFire atau Mobile Legends, ditukar jadi paket data atau hadiah menarik lainnya.

Hari-hariku internetan bakal No Drama No Ribet buat jualan bibit porang!


Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...