Skip to main content

2021, Tahun yang Tak Terduga

Bukan, ini bukan hanya cerita tentang per-covid-an meski terjadi ketika covid tak juga menunjukkan kepastikan kapan akan enyah ke antah brantah. Malah makin ke sini makin bertambah saja variannya.

Ini tentang saya yang sejak mengenal cinta tak pernah merasa bahagia -bahagia tentang cinta itu sendiri, cinta antara laki-laki dan perempuan. Tak ada lain selain mendamba, mengagumi dalam diam berujung galau menahun. Memang ini terkesan hiperbola.

Menikah

Tahun ini semua telah mencapai ujung -sebenarnya permulaan. Bulan ketiga lamaran, akhir bulan ketujuh tepat akad telah terucap. Sungguh tak dapat diduga skenario dari Allah.

Cincin lamaran saya

Dewasa ini saya semakin mengerti apa makna dari “memantaskan diri” dan “semua akan indah pada waktunya”. Bahwa memantaskan diri akan bertemu dengan sebuah kesiapan terhadap sesuatu hal. Ketika diri kita telah pantas maka indah pada waktunya akan kita rasakan saat hal yang kita pantaskan tersebut kita alami.

Percayalah memantaskan diri atau tidak, Allah tidak menunggumu untuk merasa “siap”. Seperti halnya ujian sekolah, belajar dan tidak belajar sama-sama mendapatkan soal ujian. Apa pun itu, persiapkanlah, pantaskanlah….. Pun saya tetap terus belajar dan memantaskan untuk apa-apa yang saya citakan.

Vaksin Covid-19

Sejak awal kemunculan virus ini berada jauh di sana dan saya kira tidak akan sampai ke wilayah saya tinggal. Berbagai kontroversi mengiringinya. Percaya dan tidak percaya tentang keberadaannya. Istilah protokol kesehatan semakin dikenal masyarakat awam. Cuci tangan yang benar, yang dulu sempat dipelajari semasa SD kini benar-benar diterapkan. Masker yang dulu dipakai orang-orang tertentu, kini jadi kebiasaan baru semua orang. Hand sanitizer mulanya terkesan mewah menjadi barang bawaan wajib ketika bepergian.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. Sumber Gambar: Pixabay

Hingga yang namanya vaksin muncul. Sederet pendapat muncul dan orang-orang memiliki persepsinya sendiri, begitu pun saya, enggan untuk bervaksin. Antara merasa tidak perlu dan tidak yakin itu aman. Hingga akhirnya muncul berita bahwa semua persyaratan birokrasi kelak memerlukan sertifikat vaksin. Mungkin banyak yang memutuskan ikut vaksin dengan sebab yang sama dengan saya. Cerita lengkap tentang vaksin ada di sini: Ikut Vaksin Covid-19 di Puskesmas. Sebagai warga negara yang baik, apapun motivasi ikut vaksin, yang terpenting sudah mengikutinya.

Berkunjung ke Pulau Masalembu

Di dalam Pulau Madura baru saya ketahui bahwa ada yang namanya Pulau Masalembu. Dan itu berpenghuni. Pulau Masalembu terdiri dari satu desa yaitu Desa Masalima yang masuk ke dalam Kabupaten Sumenep.

Di pulau ini berbeda dengan wilayah tempat tinggal saya, bahwa di sana harga ikan lebih murah dari harga sayuran, kecuali sayurannya hasil panenan sendiri. Di Masalembu memiliki penduduk multientis, Selain Madura dan Jawa ada pula Suku Bugis dan Mandar.

Sungguh sebuah pengalaman baru yang tak pernah saya rencanakan untuk memijakkan kaki di pulau yang terkenal dengan ombaknya yang tinggi. Kalau mau tahu sedikit cerita saya main salah satu pantai di sana, Berkunjung ke Pantai Sono Pulau Masalembu.

Smartfren Unlimited

Oh ya, untuk menemani segala aktivitas kita dan #TemanBukaPeluangmu Smartfren memiliki Paket Smartfren Unlimited yang bisa digunakan pada semua aplikasi dan berlaku di semua jaringan Smartfren. Paket Smartfren Unlimited terdiri dari

1. Paket Unlimited Harian (1 hari)

2. Paket Unlimited Mingguan (7 & 14 hari)

3. Paket Unlimited Bulanan (28 hari)


Menggunakan paket Smartfren Unlimited begitu memberikan keuntungan 24 jam. Selain itu, keuntungan lainnya memakai paket Smartfren Unlimited sebagai berikut:

1. Gratis Nelpon sepuasnya ke semua nomor Smartfren

2. Akses Semua Aplikasi, kapan pun dan di mana pun

3. Extra Unlimited Malam Internet Full Speed pada pukul 01.00 – 05.00 WIB

Anti ribet, registrasi atau pembelian paket Unlimited sangatlah mudah. Dapat dilakukan melalui aplikasi mySF atau melalui *123#.

Resolusi 2022

Tahun baru tidak lengkap rasanya tanpa resolusi. Memang klasik, tetapi sebagai orang yang memiliki tujuan harusnya mempunyai resolusi, apapun itu. Tahun depan, 2022 resolusi saya dapat menjadi anak, ibu dan istri yang baik, lebih baik dari sebelumnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...