Skip to main content

Berkunjung ke Pantai Sono Pulau Masalembu

Pantai Sono - Pantai yang terletak di bagian utara Pulau Masalambu. Pulau Masalembu ini salah satu pulau yang masuk dalam Kabupaten Sumenep. 

Akomodasi yang digunakan untuk sampai ke Pulau Masalembu adalah kapal laut yang ketika masa pandemi ini beroperasi 2 saja yaitu Sabuk Nusantara 115 dan 92. Itupun sandar di pelabuhan setiap seminggu sekali. Jangan sampai ketinggalan jadwalnya. Dari dan ke Masalembu, bisa melalui Kali Anget, Kangean, Sumenep maupun Tanjung Perak, Surabaya. 

Tentang Pantai Sono

Pantai Sono Masalembu

Menurut warga setempat nama-nama pantai di Masalembu berasal dari nama orang yang tidak lain adalah pemilik tanah dekat pantai. Jadi sudah pasti nama Sono berasal dari orang yang memiliki tanah di dekat pantai tersebut. 

Sebagai daya tarik dan kenyamanan, Pantai Sono sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas. Ada gazebo dengan kursi rebahannya, spot-spot foto yang instagramable, dan juga mushola serta toilet. Semua itu bisa digunakan tanpa biaya masuk ke pantai apalagi biaya parkir, tidak ada. Maka dari itu sangat disarankan apabila main ke Pantai Sono hendaknya membeli makanan, jajan atau minuman di warung-warung yang ada di sana sebagai perwujudan terima kasih. 

Selain menikmati spot yang ada, saat pantai surut kita dapat bersinggungan langsung dengan pohon bakau -yang tampaknya belum lama di tanam. Sebuah bukit -satu-satunya di Pulau Masalembu- terlihat jelas dari Pantai Sono ini juga dapat menjadi latar belakang berfoto. 

Pengalaman di Pantai Sono

Berlibur ke Pantai Sono sebenarnya bukan tujuan utama saya. Melainkan berkunjung ke rumah kakak ipar. Cerita yang sangat panjang bagaimana kakak ipar bisa tinggal di sana sementara tanah kelahirannya berada di Blitar Raya. 

Beberapa waktu yang lalu sedang musim ikan -Entahlah, mengapa dikatakan musim bukankah banyak nelayan di sana dan mencari ikan adalah pekerjaannya. Tepat di sebelah rumah kakak ipar merupakan tempat penjemuran ikan. Ikan-ikan banyak yang dijemur lantaran musim dan tidak laku atau sangat murah. 

Situasi dan kondisi mengakibatkan banyak lalat -lalatnya gedhe-gedhe cuy. Makanan dan minuman sering dihinggapi hingga yang tidak kuat imunnya jatuh sakit muntaber, adalah keponakan saya. Berencana bermain bersama bareng keluarga besar kakak ipar, berujung berdua saja dengan suami. 

Enggan panas-panasan, kami memilih berangkat sore yang kesorean. Belum sampai tujuan langit berubah mendung. Bersepeda motor kami berdua berteguh yakin tak akan kehujanan di jalan. Benar saja tak kehujanan di jalan, tetapi hujan menyambut sesampainya di sana -dalam hati waktu itu bersyukur tidak kehujanan tetapi juga menyesal tidak berangkat lebih pagi campur was-was karena tak bisa menikmati spot-spot yang ada.

Pantai Sono
Salah Satu Spot Foto di Pantai Sono

Alhamdulillah, Allah telah menurunkan rahmatNya kemudian mengijinkan kami bermain sedikit lebih lama di Pantai Sono yang indah, dengan tidak sekedar singgah ngopi di warung Pak Sono. 

Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita-cerita saya. Sudah sangat lama rasanya tidak berbagi kisah. Bukan sibuk tetapi memang kondisi yang tidak memungkinkan berlama-lama di depan komputer maupun konsen menulis. Semoga menghibur dan memberikan informasi untukmu. 

Oh iya, jangan lupa untuk menukarkan SmartPoin untuk menikmati hadiah. Karena di bulan ini Smartfren membuat program SmartPoin Mystery Box #OktoBERHADIAH. Dengan menukarkan SmartPoin kita akan banyak mendapatkan keuntungan.

Dapat ditukarkan dengan apa saja? Jangan berlama-lama lagi penasarannya! Langsung saja intip dan pilih sendiri apa hadiah yang kamu dapatkan di aplikasi MySmartfren. Apabila belum memilikinya bisa unduh di Google Play atau App Store.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...

Sarapan di Warung Mbok Yem: Nasi Pecel Tertinggi di Indonesia

Gunung Lawu - Mendengar nama gunung ini kalangan pendaki pasti lamgsung terbesit di pikirannya tentang warung Mbok Yem. Warung yang terletak di gunung, hampir di puncaknya. Mbok Yem tinggal di warungnya itu, tidak seperti penjual yang lain yang buka di hari sabtu-minggu saja. Mbok Yem selalu buka bahkan tempatnya bisa menampung 30 orang kalau-kalau saat malam tiba para pendaki enggan begitu kedinginan di dalam tenda. (Ingat! Tetap membawa perlengkapan lengkap jangan meremehkan bisa di dalam warung Mbok Yem. Karena kita tidak tahu keadaan di atas saat di bawah. Yang jelas sabtu minggu jumlah pendaki meningkat.) Selain puncak dan pemandangan yang menakjubkan. Bagiku Mbok Yem menjadi daya tarik tersendiri. Alih-alih melihat sunrise, pecel Mbok Yem menjadi tujuan karena kelaparan (cerita kelaparan ada di tulisan sebelum ini.  Baca disini ). Nasi Pecel Mbok Yem Tidak aneh-aneh, lha wong namanya pecel. Yang beda jelas suasana dan sensasinya ditambah ekspektasi dan diduk...