Skip to main content

Air Terjun Lawean, Surga yang Tersembunyi di Blitar

Air Terjun Lawean  -  terletak di dalam area Perkebunan Kawisari Blitar. Saya sendiri bingung air terjun indah ini masuk desa Semen, Gandusari atau Pijiombo, Ngadirenggo, Wlingi. Ketika dicari di gmaps secara wilayah masuk Desa Ngadirenggo tetapi ketika dicari berdasarkan nama destinasi tertera Perkebunan Kawisari, Pht. Pijiombo, Semen, Gandusari, Blitar. 

Air Terjun Lawean Kawisari
Air Terjun Lawean Kawisari

Perhutani Pijiombo adalah salah satu dusun yang berada di Desa Ngadirenggo. Tak masalah, tidak perlu bignung terletak di mana, yang jelas berada di dalam area Perkebunan Kawisari.  Apabila ingin ke Air Terjun Lawean cukup browsing saja di google maps dan ikuti petunjuk petanya.

Air Terjun Lawean bukan tempat wisata tetapi untuk berwisata kita tidak harus ke tempat wisata kan? Refreshing di tempat yang sejuk dan tidak ramai orang lebih baik untuk di masa pandemi seperti sekarang ini. Apalagi sudah pasti tidak ada biaya masuk juga parkirnya.

Air Terjun Lawean dapat dituju dengan dua jalur. Pertama melalui Semen, Gandusari, yaitu dari jalan searah menuju Hutan Pinus Loji Tulungrejo, Lereng Gunung Kelud sebelum masuk perkebunan teh Bantaran ada pertigaan ambil jalur kanan. Ikuti saja jalan menuju Sirah Kencong karena satu arah. Sampai pos Perkebunan Kawisari tanya saja kepada penjaga letak air terjunnya.

Sedangkan yang kedua melalui Wlingi, sama satu arah juga menuju Sirah Kencong tetapi melalui eks. Kawedanan Wlingi ke utara. Ikuti jalan sampai pada pertigaan kalau belok kanan ke Perkebunan Sirah Kencong kalau ke kiri ke Perhutani Pijiombo, ambil jalur yang ke kiri. 

Melalui alternatif yang kedua agak jauh karena cenderung memutar tetapi dilihat dari akses jalannya saya menyarankan untuk memilihnya. Alternatif ini jalannya sudah aspal hanya ketika masuk ke daerah Perhutani Pijiombo jalanannya terjal. Tetapi tak masalah, perbandingan terjalnya lebih banyak yang melalui Semen meski dari segi jarak relatif lebih dekat.

Suasana alam di sana masih asri. Pastikan cuaca cerah ketika hendak kesana, bukan apa-apa siapa sih yang mau hujan-hujanan di air terjun? Tempatnya sangat alami, hati-hati bebatuan licin. Selain pemandangan air terjun yang menjulang tinggi menggerojok deras di sisi yang lain ada gerojokan yang lembut, kebanyakan pengunjung mandi di sana. Bonus datang ketika matahari mau menampakkan wujudnya, menyorotkan sinarnya menembus celah kisi menerpa tempias air terjun, pelangi yang awet akan kita saksikan. 

Air Terjun Lawean
Pelangi di Air Terjun Lawean

Satu lagi, era digital kalau tidak foto-foto rasanya ada yang kurang. Seperti makan tempe mendoan tanpa tempe, bakwan tanpa wortel. Abadikan kegiatan dengan foto, mungkin satu bulan, satu tahun tidak terasa gunanya tetapi (apabila masih ada umur) belasan atau puluhan tahun yang akan datang akan muncul maknanya. Sebuah foto akan membawa historisnya sendiri sekali pandang.

Cekrek. Cekrek. Unggah. Sat set semacam itu yang kini dilakukan banyak orang. Ketika dari Air Terjun Lawean tidak perlu sampai rumah baru mengunggah foto. Meski termasuk di dataran tinggi dan di dalam perkebunan kopi sinyal smartfren ada, meski tak Wow di daerah kota. Apalagi baru-baru ini Smartfren baru melaunching paket terbaru yang bernama GOKIL MAX.

GOKIL MAX, harga gokil dengan kuota maximal. Kuota 36 GB, dengan kuota nasional 12 GB dan kuota lokal 24 GB. Ditambah extra kuota malam 70 GB yang berlaku mulai 01.00-05.00 WIB. 

Kemanapun pergi, melangkahkan kaki, tetap jaga diri, jaga hati, hormati budaya daerah setempat. dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Sebaik-baiknya orang adalah yang beradab.

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...