Skip to main content

Kuota Nonstop dan Tambahan Extra Unlimited Malam adalah Jalan Ninjaku

2021, apa yang sudah berubah? Apa yang tidak berubah? Apa yang belum berubah dan ingin diubah? Sedangkan Januari segera menemui akhir, sejak 11-25 Januari diberlakukan lagi jam malam. Apalagi di kota kecilku yang pada waktu lalu diberlakukan jam malam pukul 21.00 WIB kini berganti pukul 20.00 WIB. Baiklah, tak mengapa tidak nongkrong di luar juga tak masalah. Panjang umur para pedagang yang mulai dan memang berkesempatan berjualan di sore hari.

Tentang-tentang yang ingin berubah tidur di waktu yang tepat dan cukup. Tetapi tetap saja nafsu begadang menyelimuti dari yang berfaedah seperti menulis semacam ini hingga unfaedah scroll-scroll media sosial. Terkadang sengaja yang tak sengaja mencari tahu tentang doi tak terkendali hingga lewat dini hari.

Di rumah ada jaringan Wi-Fi, tapi percaya atau tidak secepat-cepatnya jaringan Wi-Fi di rumah tetap saja membutuhkan kuota internet dari kartu perdana yang kita gunakan. Bukan untuk menghambur-hamburkan, kalau-kalau pas di luar apa tidak butuh internet? Misal COD atau apalah keperluannya.

Beberapa waktu lalu di postingan Ngopi di Poenakawan Kopi Wlingi Ditemani Kuota Nonstop saya sampaikan betapa santainya menggunakan Kuota Nonstop. Tak ada lagi rasa khawatir tidak bisa mengakses internet kalau kuota habis. Selama masa aktif kuota belum berakhir sesuai namanya, Nonstop, masih bisa digunakan.

Musim hujan belum berakhir. Derasnya tak dapat dikira. Saya suka kala sore hujan turun sebelum mandi kuputuskan untuk berlari, berputar-putar menyapanya langsung tanpa perantara. Ya, saya hujan-hujanan. Mengendap-endap dari penglihatan orang, malas saja kalau tanya.

Sedihnya kala hujan deras disertai guntur terkadang petir juga menyertainya. Wi-Fi di rumah mau tidak mau, untuk kebaikan bersama dan keawetan harus dimatikan daripada hangus tersambar petir. Selain sengaja saya matikan, terjadi pemadaman listrik. Ada saja, dari pemadaman bergilir karena perbaikan juga ada pohon tumbang dan lain sebagainya. Selain bersabar apalagi yang harus dilakukan? Mengeluh saja tak ada manfaatnya. Kalau sudah mati begitu internetan dengan apa kalau bukan dari provider andalan, Smartfren.

Setelah sedih pasti datang bahagia, saya pernah mendengar sebuah kata bijak bahwa sedih dan senang datangnya satu paket. Smartfren pada awal bulan telah meluncurkan paket Smartfren Unlimited bisa digunakan 24 jam setiap hari, di semua aplikasi. Tak tanggung-tanggung paket ini disertai dengan Extra Unlimited Malam full-speed di jam 01.00 – 05.00 WIB.

Sungguh menyenangkan menggunakan Smartren. Tambahan Extra Unlimited Malam ini dibuat atas dasar pengalaman pengguna Unlimited dan Kuota Nonstop yang biasa menggunakan internet pada malam hari. Untuk penggunaan traffic data harian, pengguna Unlimited dan Kuota Nonstop menggunakan traffic data sebesar 18%.

Saya tidak takut lagi malam-malam kala inspirasi sering datang. Meski bukan pengguna paket unlimited, saya mendapatkan Extra Unlimited Malam pada paket Kuota Nonstop dengan catatan kuota utama masih ada. Tidak masalah bagi saya, selang-seling penggunaan dua macam paket ini saya terapkan sesuai kebutuhan saya.

Tak perlu khawatir juga tentang bagaimana pengaktifan Extra Unlimited Malam ini. Tambahan ini akan otomatis aktif ketika memasuki pukul 01.00 WIB dan akan berhenti pada pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, setelah waktu tersebut, kita akan memakai batas pemakaian wajar (FUP) dari paket Unlimited yang sedang aktif atau kembali menggunakan Kuota Nonstop dari paket Kuota Nonstop. FUP akan di-reset begitu memasuki pukul 00.00, dan kembali memasuki Unlimited Full Speed Malam pada jam 01.00 – 05.00 WIB.

Begitulah hidup, untuk hal-hal yang mungkin menghambat pekerjaan kita atau apa-apa yang sedang kita perjuangkan harus dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengeluh saja tidak akan menyelesaikan masalah kita. Kata guru saya, orang hidup itu harus punya tujuan dan berjuang. Menjadi orang yang optimis.

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...

Bagaimana Rasa Tahu Gejrot?

Tahu Gejrot - Jajanan satu ini akan banyak kita temui di daerah Jawa Barat. Aku yang hampir tidak pernah berpergian keluar provinsi hanya membanyangkan dan menenangkan hati tatkala melihatnya di televisi dalam berbagai acara. Tahu Gejrot "Ya namanya tahu, rasanya ya seperti tahu buasanya lah ya," begitu ucapku dalam hati. Saat bulan September lalu sepupuku yang kuliah di IPB, wisuda. Mencium kesempatan lain dalam berita bahagia ini aku pun ikut menghadirinya, meskipun tak masuk ke gedung. Sembari menunggu prosesi wisuda selesai, aku bersama adik sepupuku dan bersama sepupuku yang lain menikmati suasana di luar. Setelah berfoto di bundaran logo IPB yang berair mancur itu kami mendekat ke gedung. Terlihat ada bapak-bapak pedagang tahu gejrot yang dengan gerobaknya yang model dipikul sedang duduk santai menunggu pelanggan. Cara Membuat Tahu Gejrot Bumbu Tahu Gejrot Beli dong!! Bapak penjual membuka pintu etalase berisi tahu sekaligus dijadikannya ta...