Skip to main content

Nekat Berlibur ke Candi Borobudur

Candi Borobudur saat diucapkan bukanlah hal yang asing meskipun belum pernah mengunjunginya rasanya sangat dekat, merasa memilikinya. Bangga akannya yang menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Hal seperti itu sering terjadi dari hal yang paling dekat, saat teman satu sekolah ada yang berprestasi mewakili nama sekolah secara otomatis pasti bangga begitu sebaliknya.

Candi Borobudur Saat Musim Liburan
Candi Borobudur Saat Musim Liburan
Berangkat dari Klaten menuju Magelang berdua dengan sepupu, berbekal google maps kami bermotor melewati jalan asing. Dua jam lamanya, aku merasa jalanan yang ku lewati memutar, tapi menurut GPS adalah jalur tercepat. Bersyukur tidak kesasar.

Tiket masuk Rp50.000 untuk pengunjung lokal. Oleh penjaga tiket masuk kami ditanya kelas berapa, mentang-mentang kami datang barengan dengan siswa study tour, tak mengapa itu sering kami alami. Ada yang bilang awet muda, wajah SMA atau karena tidah tumbuh ke atas saja.

Harga Tiket Candi Borobudur
Harga Tiket Candi Borobudur
Waktu pagi menuju siang, cuaca terik banyak yang menawarkan sewa payung kami menolak, selain miskin kami sudah membawa sendiri termasuk topi. Yang kami butuh adalah air minum. Jalan terus masih bertanya-tanya di mana candinya.

Meskipun terkenal, baru sekali ini aku akan melihatnya secara nyata. Anggap saja ini penebusan atas harapan kala SMA, study tour ke Yojga tapi sama sekali tidak ke candinya.

Baca Juga: Cak Kreebo Coffee Shop and Bistro, Wlingi Blitar

Saya merasa salah hari melakukan perjalanan ini, tapi sudah terlanjur ya harus dinikmati. Ramai sekali, untuk berfoto yang tak ingin orang lain masuk ke dalam frame cukup sulit. Sebentar-sebentar ada yang lewat. Desember memang bukan bulan yang tempat untuk melipir ke lain tempat. Atau bisa jadi saya yang salah tempat, secara Candi Borobudur di hari biasa tentu juga ramai.

Stupa Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur
Ada sebuah mitos kalau memegang tangan Kunto Bimo-patung dalam stupa- maka apa yang diinginkan akan terkabul. Entah benar atau tidak itu sangat membahayakan diri dan juga dapat merusak. Bahaya apabila tangan terjepit dan dapat merusak stupa itu sendiri. Tak heran kalau pengawas tak segan mengulang-ulang himbauan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Sungguh menakjubkan! Teramat besar candi ini hingga untuk mengelilinginya dan melihat reliefnya yang tak dapat saya mengerti, sesekali mendengar suara guide yang menjelaskan kepada turis luar negeri. Saya yang tidak sengaja menguping manggut-manggut seolah bagian dari peserta tour. Tidak setelah saya berpindah relief dan tentu tidak mengikuti mereka langsung lupa apa yang di sampaikan baru saja.

Relief Candi Borobudur
Salah Satu Relief Candi Borobudur yang entah aku lupa apa maknanya pokoknya menyinggung tentang Raja.
Untuk kata katek sebetulnya belum, tetapi di atas semakin terik kami memutuskan untuk turun, berlindung di bawah pohon, rebahan sejenak di atas rerumputan. Enggan pulang merasa masih siang mencarilah tempat yang dekat dengan Candi Borobudur. Ketemu, Bukti Rhema yang terkenal dengan sebutan Geraja Ayam, yang diviralkan oleh film AADC2.

Perjalanan ke luar area Wisata Candi Borobudur kami melihat ada beberapa gajah, ternyata di sana ada ya, nggak nyangka..

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...