Skip to main content

Hutan Pinus Loji Tulungrejo, Lereng Gunung Kelud

Mendaki gunung lewati lembah....
Dulu sekitar awal tahun 2018 yang ceritanya tidak ku tulis di blog sebab tak sampai puncak dan berkeinginan ke sana lagi tapi belum juga tercapai. Ketika menuju gerbang pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo dari basecamp ada pilihan untuk ngojek. Dan ketika itu melintasi hutan pinus yang tampak di kelola sebagai tempat wisata juga, Hutan Pinus Loji, begitu dinamainya.
Hutan Pinus Loji Lereng Kelud

Beberapa waktu lalu aku dan beberapa teman entahlah berberapa lebih dari lima yang jelas, saking banyaknya aku malas untuk menghitungnya, lebay ya ahaha.
Welcome di Hutan Pinus Loji

Tiket masuknya Rp3.000 per orang dan Rp2.000 untuk parkir sepeda motor. Mulanya mau ambil footage tapi nggak tau kenapa mood buyar ambyar pas waktu tiba di sana. Pengennya duduk-duduk saja, bercengkrama. Tempatnya asyik dibuat piknik. Pemandangannya yang masih asri dan udaranya yang segar membawa kita sejenak menjauh dari hingar bingar kejamnya dunia yang bar bar. Hijaunya rumput dan daun pohon pinus menyejukkan mata. 

Ada juga spot untuk berswafoto atau pose ala model, semua kendali ada pada dirimu. Tapi entahlah separuh waktuku ku buat duduk-duduk saja. Mungkin canggung dengan beberapa teman yang memang sudah lama tak bertemu. Lalu, tujuanku ke Hutan Pinus Loji ini berteriak di dalam kepalaku hingga memekakkan telinga dan menggetarkan jantung apabila keluar melalui suara. Aku pun bergerak untuk ngonten. Budak konten nggak boleh ntar-ntaran takutnya jadi penyakit pikiran, yakan?

Wahana Bermain

Mini Trail Area Hutan Pinus Loji

Di sebelah selatan ada spot motor cross. Aku mau nyoba, pengen tau gimana rasanya dari dulu soal motor koplingan cuma naik motor GL-Max sesekali RX-King punya Paklik. Nggak taunya cuma buat anak kecil maksimal usia 16 tahun. Sewanya Rp15.000 untuk lima putaran. Tetapi sebenarnya bisa untuk dewasa tapi waktu itu motornya yang sedang tidak ada.
Ayunan di Hutan Pinus Loji Blitar
Ayunannya tampaknya asyik untuk berdua, apalagi kalau sama kamu, iya kamu.. heuheu
Akhirnya aku main ayunan dan berfoto dengan tempat sampah dengan caption yang oke punya. Sebelum pulang, ambil foto lagi di dek kecil. Sebenarnya dalam hati pengen explore lebih luas, lebih ke utara, di sebelah barat daya membuatku ingin tahu.Mungkin lain kali bisa kucoba main ke sana lagi.Oh iya, tak perlu khawatir untuk perkara per-kebelet-an sebab ada WC yang siap menampung.
Tempat Sampah
Foto di atas menampilkan dua tempat sampah dengan beda versi, dari tempatnya dan sampahnya. #eeaa
Seperti yang kusampaikan di awal semua kendali ada pada dirimu termasuk kreativitas untuk mengambil foto hehe. Hutan pinus tentu banyak dong bunganya yang berguguran. Yang wujudnya mengingatkan kita pada tokoh kartun Masha and The Bear juga Hari Natal tetapi ini buatku mengingat waktu Camping di Puncak Sekawan. Sepulang dari sana cari bunga pinus dan dibawa pulang untuk background foto produk atau entah foto apa kelak. Visinoner dan kurang kerjaan beda dikit ya.
Bunga Pinus
Kalau di Masha and The Bear dimasak nih. haahaa
Wana wisata lereng Kelud ini buka mulai 07.30 - 17.00 WIB tetapi, jika mau camping di sana ijinnya dimana aku kurang tau apakah di pos perijinan pendakian Gunung Kelud atau di situ.

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...