Skip to main content

Cara Membuat Minuman (DIY) Watermelon Coco Punch

Mantap!!! Siang, panas, dahaga tiga hal yang tak terpisahkan dan es salah satu yang terbayang untuk menyembuhkannya. Padahal bukan penyakit tapi buat nggak enak.

Siang itu usai kami mengantarkan daging kambing kurban ke semua rumah di dusun hingga ke dusun sebelah dahaga menghampiri. Salah satu dari kami penggemar drama korea dan mengaku Jeno adalah biasnya beride untuk membuat coco punch. 
(DIY) Watermelon Coco Punch

Di Korea membuat coco punch dengan soju tentu kami tidak akan menirunya karena memang tidak ada di warung sebelah. Di gantilah dengan sprite dan buahnya semangka. Jadi judulnya membuat watermelon coco punch.

Berberapa, entahlah aku sudah lupa, banyak bocah pokoknya. Patungan lah kami untuk membeli bahannya, semangka dan sprite. Tak perlu jauh-jauh ke kecamatan untuk sekedar degan. Meski bukan kelapa muda ijo, nganggo kambil gading 3 wis sueger. Kami semua berpencar. Dua laki-laki pergi membeli semangka, satu laki-laki yang lain pulang untuk memetik kelapa muda di pekarangan, utara rumahnya. Aku dan sisanya mengambil peralatan dari pembentuk bulatan semangka, pengerok untuk degan yang akhirnya tidak dipakai, sendok, baskom serta es batu.

Cara membuat Watermelon Coco Punch

  • Semangka: bentuk bola bola kecil
  • Sprite atau Soda.
  • Kelapa muda, kerok kelapanya bisa kecil-kecil panjang menyerupai mie atau dengan sendok saja, lebar tipis-tipis seperti yang kami lakukan.
  • Campur semuanya, bila dipastikan langsung habis karena banyak orang. Tetapi jika tidak yakin campurkan atau racik per porsi saja sebab apabila tidak semangka dengan kandungan airnya yang melimpah akan merusak rasanya. 

Semuanya dicampur jadi satu. Segarrrrr!!!! Sejenak angan melayang seperti sedang di tepian pantai menikmati es ini dengan irama deburan ombak. Lalu tersadar oleh sprite ketemu dengan air kelapa seperti berkolaborasi menonjok - nonjok lidah, bertemu dengan segarnya buah semangka dan gurihnya kelapa muda membuat rasanya makin berwarna.

Beberapa tidak suka karena rasa sprite mengganggu. Tetapi, sungguh sebuah keputusan yang benar adanya semangka sangat menawar kengeluan di kepala, akibat daging kambing.

Kebersamaan dan keseruan terus berlanjut dengan teman penenang dahaga dan sakit kepala di bagian belakang, hingga adzan ashar berkumandang kami berhamburan sebelum Ustadz muncul dari rumah ke masjid. Semua sudah membayangkan apa yang terjadi kalau keseruan itu belum berakhir.

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...