Skip to main content

Wahana Coffee Tempat Nongkrong Berbagai Kalangan di Wlingi, Blitar

Ngopi yuk! Begitu kiranya ajakan teman-teman tat kala ingin nongkrong di luar, padahal pas di lokasi belum tentu pesan kopi, pokoknya mah judulnya ngopi.

Wahana Coffee, untuk kamu yang tinggal di kabupaten Blitar apa lagi di Wlingi tentu tidak asing lagi dengan keberadaannga. Tempat ini tak jarang dimanfaatkan para penghemat kuota. Setiap pembelian satu menu kita akan mendapat satu potong kertas kecil -voucher internet berisi username dan password- yang valid selama 3 jam untuk mengakses internet.

Aku tidak tahu apakah ini dapat disebut kafe karena dibayanganku kafe itu ada barnya dan kita dapat melihat barista membuat kopi atau minuman pesanan kita. Namun menurut KBBI, " ka·fe /kafé/ n 1 tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik; 2 tempat minum yang pengunjungnya dapat memesan minuman, seperti kopi, teh, bir, dan kue-kue; kedai kopi." Jadi Wahana Coffee ini dapat disebut kafe ya.

Aku kalau ke kafe ini selalu pesan kopi. Awal-awal aku pesannya robusta, kopi item biasa tapi setelah beberapa kali cari udara segar di sini -bosan kan di rumah terus- aku melihat ada kopi arabika.
Entahlah, sepertinya aku yang baru kalau ada kopi arabika seperti Aceh Gayo, Sumatra Mandailing, Bali Kintamani dan Toraja Sapan. Mungkin karena anggapanku terhadap kafe ini bukan kafe sehingga tak berekspektasi ada kopi arabika. Tetapi yang lebih tepat lagi aku sok tahu tentang tempat ini, harusnya kan tanya ada kopi apa aja, dan lebih lagi baca menu dengan seksama. Ah sudahlah...
Secangkir Sumatra Mandailing Ditemani Roti Bakar
Terakhir lalu, aku memesan secangkir Mandailing dan roti bakar coklat yang lebih tepat disebut meses, butir-butir coklat. Cocok kan, kopi disandingkan dengan roti. Ku sruput sedikit demi sedikit hingga senja menghampiri. Siang menuju sore itu aku duduk berada di pojok utara di antara anak SMA yang baru pulang sekolah memainkan touch pad laptop untuk mengurus domain. com blog ini.
Kalau kamu gak suka dengan kopi tidak masalah, banyak menu lainnya yang bisa kamu pesan. Apalagi ada menu baru yang kebanyakan anak kekinian sukai, Thai Tea. Selain itu ada aneka minuman jumbo dan milkshake berbagai rasa.

Baca Juga: Penangkaran Rusa (Kesambi Trees Park) Maliran

Cemilan? Selain roti bakar ada kentang goreng, tahu tuna, sosis, tempura dan masih banyak yang lainnya. Jikalau lapar pun Wahana Coffee menyediakan indomie goreng atau rebus dengan berbagai varian serta bisa minta tambahan telur.

Beberapa kali ke sini aku mengamati pengunjungnya. Aneh kan, pengunjung mengamati pengunjung. Di akhir pekan pagi menjelang siang ada beberapa keluarga yang mampir. Di hari-hari biasa siang sampai sore anak usia SMP, SMA mendominasi. Sedangkan sore usia dewasa mulai berdatangan dari yang pulang kerja atau memenuhi rindu dengan teman yang lama tak bersua. Untuk malam hari seimbang, untuk kencan juga oke. Harga menunya yang cukup murah menjadi salah satu daya tariknya.

Wahana Coffee bisa dibooking untuk acara. Ada nobar sepak bola tatkala jadwalnya, sesekali juga ada open mic standup comedy tapi aku belum pernah menghadirinya.

Ada dua sisi yang berbeda dekorasi. Sisi utara lebih baru dan minimalis desain, sedangkan sisi selatan lebih clasik dengan hiasan tembok dengan tulisan yang instagramable. Biasanya aku memilih di sisi utara karena lebih terang meski terasa panas kalau siang karena atapnya bukan genteng.

Mau nongkrong di mana hari ini?

Info:

Alamat : Jl. Raya Pandean No.29 Wlingi, Blitar
Buka Setiap Hari : 09.00-23.30 WIB
Instagram: @wahanacoffee

Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...

Bagaimana Rasa Tahu Gejrot?

Tahu Gejrot - Jajanan satu ini akan banyak kita temui di daerah Jawa Barat. Aku yang hampir tidak pernah berpergian keluar provinsi hanya membanyangkan dan menenangkan hati tatkala melihatnya di televisi dalam berbagai acara. Tahu Gejrot "Ya namanya tahu, rasanya ya seperti tahu buasanya lah ya," begitu ucapku dalam hati. Saat bulan September lalu sepupuku yang kuliah di IPB, wisuda. Mencium kesempatan lain dalam berita bahagia ini aku pun ikut menghadirinya, meskipun tak masuk ke gedung. Sembari menunggu prosesi wisuda selesai, aku bersama adik sepupuku dan bersama sepupuku yang lain menikmati suasana di luar. Setelah berfoto di bundaran logo IPB yang berair mancur itu kami mendekat ke gedung. Terlihat ada bapak-bapak pedagang tahu gejrot yang dengan gerobaknya yang model dipikul sedang duduk santai menunggu pelanggan. Cara Membuat Tahu Gejrot Bumbu Tahu Gejrot Beli dong!! Bapak penjual membuka pintu etalase berisi tahu sekaligus dijadikannya ta...