Skip to main content

Penangkaran Rusa (Kesambi Trees Park) Maliran, Ponggok, Blitar

Akhir pekan selalu yang ditunggu-tunggu dan direncanakan kemana berjalan-jalan. Atau malah mau menghabiskan waktu sepanjang hari di tempat tidur, wujud balas dendam sepekan beraktifitas berlawanan dengan ke-idealis-an.

Akhir libur sekolah kenaikan kelas sebenarnya cerita berwisata ini saya unggah. Dengan alibi belum sempat yang sebenarnya lebih tepatnya menunda-nunda, tapi jangan bilang siapa-siapa. Kalau ditanya jawab saja sibuk dan belum sempat.

Adik sepupu yang naik kelas 4 saya lihat tak berlibur kemana-mana selain bermain jumpritan, layangan dan game online setiap harinya. Teringat waktu SD dulu aku yang tak punya cerita liburan selain "mengada-ada" berlibur ke rumah nenek. Mengada-ada karena rumah nenek hanyalah lima langkah dari rumah dan nenek yang satu lagi berjarak 150 meteran. Kasihan sekali kalau dia mempunyai kisah yang sama denganku.

Penangkaran Rusa di Maliran, Ponggok, Blitar. Sebenarnya ini dua nama ya tidak ada yang salah antara Penangkaran Rusa Maliran dan Kesambi Tree's Park. Karena penangkaran rusah ada di dalam Kesambi Tree's Park. Aku putuskan untuk mengajaknya ke sini supaya dia tahu secara langsung bagaimana rusa itu. Sungguh di samping lokasi yang bagus untuk foto prewedd, ini memang wisata edukasi. 

Memberi Makan Rusa

Selain bisa melihat rusa secara langsung, kita dapat berinteraksi dengan memberinya makan sayuran kangkung -yang dijual di sana kangkung- dengan harga satu ikat Rp2000.

Untuk anak-anak tidak diperbolehkan masuk, keluar pagar pembatas. Dari pagar kita bisa memberi makan rusa-rusa sembari menceritakan kepada anak/adik atau yang belum tahu mengenai ciri-ciri dan sifat dari rusa. Sehingga anak dapat menangkap ilmu dan informasi lebih mudah.

Wahana Bermain

Setelah bosan memberi makan rusa dan sudah puas melihat perbedaan antara yang satu dan lain kita bisa berpindah mengajak anak untuk outbound. Seru sekali, aku yang sudah dewasa saja ingin mencobanya tetapi sayang sekali untuk wahana bermain ini usia maksimal 11 tahun. 

Tapi tak masalah, yang dewasa cukup mengawasi dan memberi arahan saja. Itu justru lebih penting. Setelahnya bisa bersantai di hammock yang terbuat dari tali velcro yang terikat kuat dipohon, entahlah apa nama pohonnya. Mungkin pohon Kesambi, karena tempat  ini namanya Kesambi Tree's Park.

Area kosong juga luas, kalau mau piknik rame-rame cocok kok. Sekeluarga atau bahkan kelaurga besar, makan-makan, berswafoto, cerita keseruan jaman kecil, atau malah buat permainan sendiri berkelompok tiap kelaurga. 

Tiket Masuk dan Parkir

Tiket atau karcis masuk ke Kesambi Tree's Park atau penangkaran rusa di Maliran ini Rp10.000 dan biaya parkir sepeda motor Rp3.000. Ku kira sebelumnya biaya tiket  dikenakan untuk setiap orang tetapi waktu ke sini sama sepupu yang masih SD dia digratiskan. Cukup murah bukan?


Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...