Skip to main content

Ngopi di Ruang Tuang, Basecampnya Jelajah Blitar

Ruang Tuang Jelajah Blitar

Ruang Tuang - Yang oleh pemiliknya tidak mau dijuluki kafe dan tukang pembuat kopinya tidak disebut barista tetapi penuang. Lokasinya di kota Jl. Ir. Soekarno utara gardu PLN.

Tempat ini digadang sebagai basecamp Jelajah Blitar. Kalau pengen tau dan mau pengen ketemu sama admin Jelajah Blitar main aja ke sana. Ngopi nongki-nongki bareng temen, cari kenalan atau cari tempat nyaman untuk ngerjakan PR atau tugas kuliah. Setiap meja ada colokannya, aman lah untuk kamu yang me-nadi-kan gadgetmu.

Tempat ini berdiri sejak tahun 2018. Tapi dengan alibi jauh, baru dua kali ini aku ke Ruang Tuang dan sekali ini ngopi di sini. Yang pertama waktu ikut acara Ngabubuwrite bareng Smartfren dan IDN Times. Sungguh kebangetan kan dan yang ke dua ini sebenernya ada maksud lain yaitu ambil Modem Mifi M6x hadiah karena ikutan Ramadhan Challenge.
Ngopi bro
Banyak menu kopi yang disuguhkan dengan berbagai macam cara penyajian, ada tubruk, V60 dan yang lain yang tak aku tau namanya. Dari robusta, robusta susu sampai espresso. Ada juga wedang uwuh yang sebenarnya aku penasaran tetapi kenapa nggak aku pesan, malah pesan kopi susu. Mungkin grogi diajak ngobrol sama mas penuangnya. Haha

Tempatnya nyaman, music ada, toilet ada, tempat sholat juga ada. Tempatnya bersih. Nyatakan sendiri dah. Hehe Kalau datang rame-rame bareng temen bisa pinjam kartu domino, remi atau uno, duh gak kebayang ramainya.
Di Depan Meja Penuang
Remang-remang cahaya ~
Oh iya, baru-baru ini tidak hanya tempat ngopi, di sini juga jual kopi roasted, pantau aja instagramnya Ruang Tuang untuk stoknya.

Senang rasanya bisa bercerita tentang ngopi di sini. Nggak tau kenapa, mungkin auranya tempat dan orang-orangnya positif . Coba kamu ke Ruang Tuang, setelah dari sana bagaimana perasaanmu. Apa senang juga?

Comments

Popular posts from this blog

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...

Sarapan di Warung Mbok Yem: Nasi Pecel Tertinggi di Indonesia

Gunung Lawu - Mendengar nama gunung ini kalangan pendaki pasti lamgsung terbesit di pikirannya tentang warung Mbok Yem. Warung yang terletak di gunung, hampir di puncaknya. Mbok Yem tinggal di warungnya itu, tidak seperti penjual yang lain yang buka di hari sabtu-minggu saja. Mbok Yem selalu buka bahkan tempatnya bisa menampung 30 orang kalau-kalau saat malam tiba para pendaki enggan begitu kedinginan di dalam tenda. (Ingat! Tetap membawa perlengkapan lengkap jangan meremehkan bisa di dalam warung Mbok Yem. Karena kita tidak tahu keadaan di atas saat di bawah. Yang jelas sabtu minggu jumlah pendaki meningkat.) Selain puncak dan pemandangan yang menakjubkan. Bagiku Mbok Yem menjadi daya tarik tersendiri. Alih-alih melihat sunrise, pecel Mbok Yem menjadi tujuan karena kelaparan (cerita kelaparan ada di tulisan sebelum ini.  Baca disini ). Nasi Pecel Mbok Yem Tidak aneh-aneh, lha wong namanya pecel. Yang beda jelas suasana dan sensasinya ditambah ekspektasi dan diduk...