Skip to main content

Taman Ayu Gogoniti Blitar Jawa Timur

Taman Ayu Gogoniti salah satu wisata alam di kabupaten Blitar, Kecamatan Kesamben tepatnya di desa Bumirejo. Patokan dari terminal Kesamben ke utara terus sampai ketemu plang Taman Ayu Gogoniti, bisa dicari di google maps.

Berbasis wisata alam dengan nuansa asli asri hutan pinus cocok sekali untuk menenangkan hati. Cukup dengan biaya masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp.5000 mobil atau roda empat.

Pertama memijakkan kaki setelah parkir akan disambut oleh patung ibu-ibu menggunakan baju kebaya kedua tangannya memegang tanaman. Spot foto detected. Naik lagi gerbang selamat datang, lagi-lagi spot foto favorit pengunjung terdeteksi.


Kesebelah kiri ada tulisan Taman Ayu Gogoniti yang berukuran besar berbahan kayu pinus juga patut diabadikan. Sungguh membuat bahagia wisata hutan pinus yang satu ini.



Ditempat sisi yang lain ada bola plastik berwarna-warni digantung menghiasi. Tak jauh ke atas ada caping yang tertata rapi selaras dengan arah jalan. Diujungnya ada warung rujak ulek Mbok Yem yang sangat yahuud rasanya. Cocok memulihkan mood setelah berhaha hihi selfie menguras tenaga. Pesanlah rujak dengan cabai yang banyak paling tidak 5 biji supaya momennya tak terlupakan. hehe

Ada juga gazebo besar yang dapat di sewa untuk kegiatan tertentu, seperti perpisahan atau sesuai kebutuhan. Datanglah kalau tidak percaya buktikan dan nikmati harimu bersama alam. Tetap buang sampah di tempatnya. Ikut menjaga hijaunya negri ini.


Comments

Popular posts from this blog

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu: Rasanya Kaki Mau Patah

View Pos 4 Gunung Lawu - Walaupun bukan pendaki berpengalaman setiap orang yang mendaki gunung disebut pendaki dong ya? Ya meski hanya tiga kali setidaknya sudah ku takhlukkan Puncak Mahameru . Sudah hampir setahun tidak mendaki dengan alasan menjawab pertanyaan, "Sebelum bulan puasa mau kemana?" Yang sebenarnya bisa dijawab dengan singkat," Di rumah saja." Singkat cerita dipilihlah Gunung Lawu dan dengan penuh drama akhirnya jalur Cemoro Sewu yang akan ditempuh bersama.Karena salah satu teman tidak punya banyak hari libur, menurut informasi yang bertebaran di internet jalur Cemoro Sewu-lah yang paling cepat tapi dengan konsekuensi tidak ada bonus, jalan nanjak terus. Di mulai tanggal 25 April pagi berangkat dari terminal Blitar menuju Nganjuk naik bus Kawan Kita, ada bapak-bapak kecopetan, kasihan mau ke Kediri minta uang tambahan ke anaknya untuk memperbaiki motor dompetnya malah raib. Dari Nganjuk niat awal turun Maospati tapi karena sudah malam akhi...