Skip to main content

Menikmati Akhir Pekan di Pantai Pangi

Gambar Pantai Pangi
Pantai Pangi di Siang menuju Sore
Rindu macam apa yang tak pernah bertemu? Sungguh aku sangat merindukan pantai yang terletak di desa Tumpakkepuh, Bakung, Blitar, 32km dari pusat kota ini. Rute searah dengan pantai Tambakrejo, sampai di pertigaan belok menuju arah Monumen Trisula ikuti saja petunjuk untuk ke Pantai Pangi, ada petunjuk arah atau kalau bingung bisa tanya warga sekitar.

Dulu sebelum diresmikan aku pernah mengunjunginya. Sudah ada tempat parkirnya di atas sebelum sungai dan belum ada jalan menuju langsung ke pantai (mungkin ada tapi sangat susah), hanya Rp2.000 dan belum ada biaya masuk. Pengunjung juga masih sepi, hanya beberapa kelompok. Penjual makanan juga masih di atas, di area parkir, ada juga di dekat pantai masih satu dua penjual. Ketika itu akhir tahun 2014.
Gambar Pantai Pangi sebelum Diresmikan
Mbak Okim Menemukan Sesuatu untuk Penyangga HP (foto di Desember 2014)
Sedangkan beberapa waktu lalu aku bermain dengan teman dekat yang sudah setengah tahun tak ketemu. Dengan si Merah (motorku) kami menuju pantai ini. Tiket masuk Pantai Pangi Blitar per orang Rp 8.000 dan parkir roda dua Rp5.000.
Tiket Masuk Pantai Pangi
Tiket Masuk Pantai Pangi
Aku lebih suka memarkir motor di area atas dan berjalan kaki melewati sungai menuju pantai. Tidak jauh hanya 100 meteran. Aku suka dengan air sungainyanyang jernih. "Pasti banyak ikannya", kata hatiku. Selain itu bisa juga nantinya untuk bersih-bersih di situ kalau kalau bermain pasir. Sekalian alasan untuk berlama-lama main air.
Sungai Meuju Pantai Pangi
Sungai Meuju Pantai Pangi
Di tepian pantai kita disambut tulisan kokoh berwarna oranye " Pantai Pangi". Tetapi kali ini tak seperti biasanya saat aku ke pantai. Malu-malu beberapa saat lalu menyesuaikan dengan area sekitar tak lama beranjak bermain air. 
Pantai Pangi Blitar Jawa Timur
Sengaja poto dari samping karena di depan ada sekumpulan orang lagi asik makan.
Ini berbeda, aku hanya puas memandangi orang-oramg dengan berbagai aktifitas di tepian pantai dan mengobrol seru dengan temanku. Ada yang bermain bola, ada juga yang main balon sampai kempes. Juga ada sekelompok anak entah dari sekolah atau grup kesenian dari desa. Melakukan pemotretan dengan barongan dan atribut lengkapnya. Hanya tidak ada gamelan saja.

Ada nelayan pulang melaut dalam hati ingin menyapa," Bagaimana tangkapan hari ini pak?" Namun tetap tersimpan dalam hati tak sampai ke tenggorokan. Lihat orang bermain air laut dengan ombak yang menggoda sebentar datang sebentar bergi. Aku juga bergumam dalam hati menasehati untuk berhati-hati.
Nelayan Pantai Pangi
Nelayan Pantai Pangi Pulang dengan Hasil Tangkapannya
Pengunjung banyak terlihat di Pantai Pangi ini saat akhir pekan juga hari libur besar. Tetapi tak seramai Pantai Tambak. Itu pagi sampai siang, menjelang sore laut mulai surut dan pengunjung satu per satu pulang. Pemandangan jadi semakin indah, aku pun betah memandangi lautan dan karang yang terlihat.
Pantai Pangi Surut
Siang Menuju Sore, Air Laut Mulai Surut
Walau ke pantai identik dengan panas-panasan dan untuk beberapa orang dijadikan tempat untuk menyoklatkan kulit supaya eksotis, ada saja yang tak mau kepanasan. Aneh memang, ke pantai tak mau kepanasan. Tak perlu khawatir, di pantai Pangi ada banyak pohon cemara udang yang membantu kita dari sengatan sinar mata hari sembari menikmati es kelapa muda atau es campur. Angin sepoi-sepoi menambah suasana damai.

Di sebelah timur pantai adalah hilir sungai. Jadi kita bisa bermain dua jenis air sekaligus ketika melancong ke pantai kecil ini. Ada fasilitas naik perahu yang bisa kita coba untuk menyusuri sungai ke utara. Sangat murah hanya Rp5.000, tetapi naik perahu di sungai ini hanya hari libur saja. Aku tak mencoba karena hanya berdua, sepertinya asik kalau bareng keluarga atau teman-teman.
Fasilitas di Pantai Pangi
Fasilitas Murah Naik Perahu di Pantai Pangi
Aku pernah baca caption instagram temanku yang hits se-blitar raya, katanya pernah camping dan mencari kepiting di sungai ini. Aku sekarang percaya kalau memang di sungai Pantai Pangi ini ada kepitingnya saat melihat jebakannya. Aku sekarang bertanya-tanya apa nama sungai ini. Apa memang sungai Pangi? Kalau ada yang tau bagi informasi dikolom kommentar ya.
Jebakan Kepiting di Sungai Pantai Pangi
Bekas Perangkap Kepiting atau Ikan mungkin
Air sungainya jernih tak kalah dengan air lautnya. Berwarna kehijauan tapi tidak keruh. Aku rasa kalian wajib naik perahu menyusuri sungai bareng teman atau keluarga. Aku pun ingin mencobanya kalau ke sana lagi. Suasana menentramkan juga instagram-able.
Air Sungai Pantai Pangi yang Jernih Kehijauan
Tulisan Pantai Pangi yang Lama di Pindah di area Sungai
Air tawar, air laut, pasir putih yang lembut dan deburan ombak di Pantai Pangi selalu ngangeni. Kemanakah akhir pekan ini kamu pergi menengkan otak dan hati?

Comments

Popular posts from this blog

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...

Sirah Kencong, Kebun Teh PTPN XII, dan Wisata

Sirah Kencong - merupakan salah satu dusun di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi. Terletak paling ujung utara Kecamatan Wlingi berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. Tetapi tidak dapat langsung melintas kecuali melalui pendakian gunung Buthak.  Gunung Buthak dari Ukir Negoro. (c) A.Widayanti Tidak semua penduduk berasal dari Sirah Kencong, beberapa diantaranya merupakan pendatang yang bekerja di pabrik dan kebun teh. Puluhan tahun lalu pekerja kebun dari bagian pembibit hingga pemetik tidak hanya yang tinggal di daerah persil tetapi juga dari beberapa dusun lain bahkan dari desa tetangga. Berangkat pagi buta dijemput oleh truk perkebunan. Seperti itulah cerita singkatnya dari ibu saya yang pernah menjadi salah satu bagian dari pekerja Perkebunan Teh Sirah Kencong. Wisata Sirah Kencong Ada tiga wisata yang terletak di Sirah Kencong, yaitu kebun teh itu sendiri, air terjun dan candi. Perkebunan Teh Sirah Kencong Sebelum naiknya pamor wisata daun teh ini akses jalannya sungguh m...