Skip to main content

Mengusir Jenuh di Pantai Tambakrejo dan Pasetran Gondo Mayit

Setiap orang punya masalah, jika tidak mungkin sudah mati rasa. Hanya saja ada yang mengekspresikan dan yang lain mampu menyembunyikan. Bukan, ini bukan tentang wejangan bagaimana menyikapi masalah. Ini adalah cerita perjalanan berlibur disela rutinitas yang menjemukan.
Pantai Tambak Rejo
Pantai Tambak Rejo
Pantai Tambakrejo adalah pantai terbesar dan paling terkenal di Kabupaten Blitar. Terletak di desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto ditempuh sekitar satu jam dari kota Blitar. Akses sangat mudah selain ada rambu-rambu juga jalannya yang mudah, sudah aspal sampai bibir pantai.

Kuliner dan Oleh-oleh dari Pantai Tambak Rejo

Untuk yang suka kulineran tak perlu takut kelaparan, banyak sekali penjual, tinggal pilih. Bisa memilih ikan asap untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Baju dari anak-anak sampai dewasa juga banyak pedagangnya. Bahkan waktu itu ada pedagang tahu bulat digoreng lima ratusan.

Fasilitas di Pantai Tambakrejo

Kamar mandi? Tak perlu takut ngompol sampai-sampai main air hanya untuk kamuflase. Ada beberapa kamar mandi di sana. Memang benar, ini pantai pasir putih terkenal di Blitar. Buktinya sudah ada mushola yang cukup besar. Sayang sekali aku tak sempat memotretnya.

Keindahan dan Berenang Pantai Tambakrejo

Merenung di Pantai Tambakrejo
Merenung, KSWW (kelingan sing wis wis)
Wefie Menatap Masa Depan
Empat Pasang Mata Menatap Masa Depan, Sudahkah Terlihat?
Mulanya kami duduk-duduk santai, malu-malu, merenung dan mulai beradaptasi denga suasana pantai. Main air? Di sebelah barat banyak orang bermain menikmati ombak kecil berdatangan silih berganti. Tapi bila tak ingin pulang hanya nama jangan pernah coba-coba berenang semakin ke timur.
Ombak Menyambar di Tepian Dermaga Tambak Rejo
Kaget Ombak Menyambar di Tepian Dermaga Tambak Rejo
Ombak di Pantai Tambakrejo tempat pelelangan ikan para nelayan ini semakin besar dan berbahaya dari tengah ke bagian timur. Cukup berfoto bersama atau selfie saja, di dermaga juga bisa. Bagus, indah cipratan air laut yang tercipta dari menghantam bebatuan. Tapi tetap hati-hati.

Pantai Pasetran Gondo Mayit

Pantai Pasetran Gondo Mayit
Pantai Pasetran Gondo Mayit
Puas menjelajahi pantai Tambakrejo dari timur ke barat aku dan teman-teman memutuskan ke pantai Pasetran Gondo Mayit. Melewati tebing, apa tebing ya namanya?! Bukan deng, sebuah bukit yang memisahkan kedua pantai ini. Di beberapa titik dari atas bukit tampak indah lautan dan deburan ombaknya, sesak di dada masalah cinta atau otak sering ngebul dipakai kerja hilang tergantikan indah ciptaan-Nya, bisa juga jadi spot berfoto, tapi tetap hati-hati. Sejarah pantai Pasetran Gondo Mayit konon di pantai itu banyak mayat dan tercium baunya seperti namanya, gondo mayit yaitu bau mayat. Itu dulu sekarang tidak.

Pemandangan dari Bukit antara Patai Tambakrejo dan Pasetran Gondo Mayit
Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Patut Kau Dustakan

Bermain dan Foto Instagramable di Pantai Pasetran Gondo Mayit

Kita bisa berenang di sini tapi juga jangan jangan terlalu ke tengah. Ombaknya yang cukup bisa dibilang aman. Bosan bermain air kami bermain pasir, bergantian di kubur dengan pasir.
Bermain di pantai memang membuat rileks dan bahagia. Sangat baik untuk menghilangkan stres dan jenuh.
Bermain Pasir di Pantai Gondo Mayit
Bermain Pasir di Pantai Gondo Mayit
Sekarang sudah ada ayunan untuk berfoto yang insatrgamable, mungkin ada juga yang lain. Kapan-kapan aku mau ngintip kesana lah. Waktu kesana dulu belum ada. Ini foto saya minta dari teman yang baru-baru ini main di pantai ini.
Spot Instagramable di Pantai Pasetran Gondo Mayit
Spot Instagramable di Pantai Pasetran Gondo Mayit
Jangan lupa kalau ke pantai membawa baju ganti walaupun tidak ada niatan berenang. Hal-hal tak terduga bisa saja terjadi, seperti dijahili teman. Tak perlu marah, jahilan teman adalah wujud kemesraan dalam pertemanan.

Semoga ini bermanfaat, apabila ada kesalahan atau tambahan dalam tulisan ini tolong sampaikan di komentar.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu. Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten. Smartfren WOWLabs Generasi Konten Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel yo...

Bermalam Minggu di Ranu Kumbolo

Ini adalah tulisan yang sangat terlambat kalau teman-teman di instagram sering sebut latepost. Tapi enggak deng, tidak ada kata terlambat untuk menulis dan ditulis. Pernah lihat film 5 CM? Tampaknya aku korban film itu. Tapi tak serta merta setelah nonton film lalu berangkat ke sana. Film itu tahun 2012 sedangkan aku baru berkesempatan ke Ranu Kumbolo tahun 2015. Cukup lama untuk penanggulangan korban. Ini Candu Tidak punya teman yang suka mendaki, ada sebenarnya tapi tidak ada keinginan untuk mengajak aku. Karena memang bukan teman dekat. Aku hanya berbicara dengan diri sendiri,"Kapan bisa ke Puncak Mahameru ya?!" dalam hati. Akhirnya sekitar bulan Juli aku lupa tanggalnya ada barengan dari satu wilayah. Kenalan dari facebook yang ternyata bekerja di BPBD Blitar, yang kantornya 7 km-an dari rumahku. Masih sekecamatan, kecamatan Wlingi. Namanya Eko, tapi orang dan dia sering memperkenalkan diri sebagai Balor. Aku juga tidak paham apa artinya. Ternyata dia juga ng...

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...