Skip to main content

Mau Jadi Apa? Siapkan Diri Raih Peluang Kokreasi bersama Smartfren WOWLabs

Mau jadi apa? Sebuah kalimat tanya pendek yang sering saya ulang-ulang untuk menanyai diri saya sendiri. Mau jadi ini. Mau jadi itu. Banyak mau tapi enggak ada usaha jadi tidak maju-maju, tidak jadi ini juga tidak jadi itu.

Era ini semua serba konten. Dari yang bermanfaat hingga untuk hiburan semata. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak orang yang di rumah saja entah terpaksa atau tidak membuat konten untuk menghilangkan stres. Apapun bisa jadi konten.

Smartfren WOWLabs Generasi Konten
Smartfren WOWLabs Generasi Konten

Saya sendiri ngonten melalui blog ini yang beberapa artikelnya memiliki konten video yang saya unggah di Youtube. Bersinergi antara konten youtube saya dengan blog ini adalah sebuah cara saya dalam membagikan apa pun, yang semoga bisa bermanfaat untuk penonton dan pembaca. Pergerakan saya tampak lambat karena memang satu dan lain hal di dunia nyata atau itu hanya alibi saya atas kemalasan menulis. Tetapi, apa pun itu saya yakin apa yang saya tulis di dalam blog ini juga melalui video di channel youtube memberi dampak pada orang lain. 

Bukan tidak mungkin kelak saya juga kamu bisa kokreasi dengan Smartfren melalui ide-ide kreativitas lain. Mengapa dengan Smartfren? Awal bulan ini Smartfren meluncurkan WOWLabs, sebuah wadah kokreasi untuk mengumpulkan generasi konten di Indonesia.

WOWLabs bertujuan mendukung generasi muda supaya dapat senantiasa berkreasi tanpa batas, mewujudkan ide-ide dan karyanya sehingga dapat mengubah wajah Indonesia. Saat ini Smartfren telah kokreasi dengan brand dan kreator lokal, yaitu Show the Monster, Hana Madness, Pijak Bumi, Stayhoops, dan Ahha Official Store untuk bersama-sama membuka berbagai peluang berkreasi dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.

Smartfren WOWLabs Pers Conference
Smartfren WOWLabs Pers Conference

Kokreasi saat ini adalah produk sepatu limited edition buatan Pijak Bumi dan kaus kaki buatan Stayhoops yang keduanya dibuat dengan desain karya Addy Debil. Sebagian hasil penjualannya akan digunakan memperkuat pembangunan berbasis komunitas di seluruh wilayah operasional Smartfren. Salah satunya dengan menyalurkan komputer dan sarana pendukung kegiatan ekonomi kreatif serta pendidikan melalui Rumah Kreatif Smartfren. Saat ini Smartfren Community memiliki 11 Rumah Kreatif yang antara lain berada di Natuna, Tangerang, Cilegon, Bojonegoro, Surabaya, dan Cilacap.

Sedangkan Hana Madness dan Show the Monster adalah kreator lokal yang fokus pada pengelolaan intellectual property (IP) berupa desain karakter. Hana Madness, bernama lengkap Hana Alfikih, membuat karyanya dengan inspirasi dari pergelutan pribadinya dengan kesehatan mental. Sedangkan Show the Monster merupakan sebuah tim yang dipimpin oleh Evan Aditya untuk mengembangkan IP berupa desain karakter berbentuk macam-macam monster.

Sementara itu Ahha Official Store dan Stayhoops merupakan brand lokal yang dikenal memproduksi berbagai produk fashion. Ahha Official Store merupakan brand lokal milik kreator konten Atta Halilintar, yang memproduksi berbagai produk fashion anak muda seperti outer dan t-shirt. Sedangkan Stayhoops adalah brand lokal yang memproduksi antara lain kaus kaki dan masker.

Melihat nama-nama yang sudah digandeng Smartfren, kokreasi dalam WOWLabs membuat nyali menciut? Minder? Seharusnya tidak. Meskipun kita (masih) seujung kuku ke-WOW-an mereka, saya rasa minder bukanlah sikap yang pas untuk membuat diri berkembang. Kita harus optimis. Tetap mengembangkan potensi yang ada dalam diri. Bukan tidak mungkin kita bisa bergabung sebab-sekali lagi- tujuan WOWLabs adalah mendukung generasi muda untuk selalu berkreasi dan mengumpulkan generasi konten di Indonesia.

Siapkan diri, atau jadilah apapun yang kamu mau dan pertanggung jawabkan, perjuangan maumu, tidak hanya berhenti pada kata bisa melainkan kamu mampu dan layak untuk mimpimu.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pendakian Gunung Butak via Sirah Kencong Blitar

Puncak Gunung Butak Gunung Butak berada pada ketinggian 2868 mdpl bisa didaki melalui 4 jalur, yang terkenal Sirah Kencong, Blitar dan Panderman, Malang. Kata kalangan pendaki, kalau ingin pendakian cepat Sirah Kencong lah yang harus dipilih tentu dengan konsekuensi tidak ada "bonus" (di dunia pendakian bonus adalah istilah untuk trek landai). Benar saja, dada terasa terhimpit sejak tanjakan pertama dekat parkiran Agro Wisata Sirah Kencong . Saya tergolong pendaki pemula dan jarang berolahraga, ya tentang kecepatan waktu pendakian tergantung pada setiap orang.  Simaksi Simaksi pendakian Gunung Butak melalui Sirah Kencong Rp7.000 yang terdiri dari Rp5.000 tiket masuk  wisata perkebunan dan Rp2.000 parkir sepeda motor. ~cukup kamu tahu saja saya dan teman-teman simaksi tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hanya meninggalkan salah satu KTP dan mencatat nama anggota kelompok beserta nomor kendaraannya. Jangan iri, ini  hak istimewa penduduk Desa Ngadirenggo. Ukir Negoro Ukir N...

Sirah Kencong, Kebun Teh PTPN XII, dan Wisata

Sirah Kencong - merupakan salah satu dusun di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi. Terletak paling ujung utara Kecamatan Wlingi berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. Tetapi tidak dapat langsung melintas kecuali melalui pendakian gunung Buthak.  Gunung Buthak dari Ukir Negoro. (c) A.Widayanti Tidak semua penduduk berasal dari Sirah Kencong, beberapa diantaranya merupakan pendatang yang bekerja di pabrik dan kebun teh. Puluhan tahun lalu pekerja kebun dari bagian pembibit hingga pemetik tidak hanya yang tinggal di daerah persil tetapi juga dari beberapa dusun lain bahkan dari desa tetangga. Berangkat pagi buta dijemput oleh truk perkebunan. Seperti itulah cerita singkatnya dari ibu saya yang pernah menjadi salah satu bagian dari pekerja Perkebunan Teh Sirah Kencong. Wisata Sirah Kencong Ada tiga wisata yang terletak di Sirah Kencong, yaitu kebun teh itu sendiri, air terjun dan candi. Perkebunan Teh Sirah Kencong Sebelum naiknya pamor wisata daun teh ini akses jalannya sungguh m...